Pages

Sunday, 14 December 2014

SEJARAH SINGKAT SMP NEGERI 6 LABAKKANG-LABSCHOOL UNM

SMP Negeri 6 Labakkang – Labschool UNM dibangun atas kerja sama pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dengan Universitas Negeri Makassar (UNM). UNM sebagai penghasil tenaga pendidik, turut bertanggung jawab dalam mendorong penyelenggaraan pendidikan dan sistem persekolahan yang efektif dan berkualitas. Sebagai pusat pengkajian dan pengem-bangan keilmuan dan praktik pendidikan, UNM ditantang untuk mampu mengembangkan model penyelenggaraan pendidikan dan sistem persekolahan yang ideal dalam upaya bersama mendorong inovasi pendidikan nasional di Indonesia.

Salah satu alternatif yang dapat ditempuh guna memberikan model sekolah yang efektif adalah pendirian dan penyelanggaraan sekolah laboratorium (labschool). Melalui labchool seperti ini, berbagai gagasan mengenai sistem dan model intervensi pendidikan dan pembelajaran yang dinilai efektif dapat diimplementasikan. Di samping itu, di sekolah laboratorium ini pula dimungkinkan dosen dan mahasiswa dapat melakukan pengkajian, pengembangan, dan ujicoba berbagai model dan strategi baru dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Sejumlah LPTK di Indonesia, seperti UPI, UNJ, UM, dan UNP telah memiliki sekolah laborarium seperti ini.
Pengembangan sekolah laboratorium UNM diharapkan sejak awal mengacu pada standar sekolah yang berkualitas tinggi. Salah satu standar yang perlu diacu dalam pengembangan sekolah laboratorium adalah menggunakan standar pendidikan yang berlaku secara internasional. Pengembangan sekolah laboratorium menjadi satuan pendidikan yang memenuhi standar internasional juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 50 ayat (3), serta PP Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 61, menegaskan “Pemerintah bersama-sama pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurang-nya satu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan menengah untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional”.

Penyelenggaraan sekolah laboratorium dengan berdasar pada standar SBI didasari oleh tuntutan kebutuhan pembangunan bangsa di masa yang akan datang agar memiliki kemampuan dan kompetitif dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Terkait dengan kebutuhan era global, pendidikan perlu menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing secara internasional. Atas dasar pemikiran tersebut, lahirlah SMP Negeri 6 Labakkang – Labshool UNM, sekolah yang berbasis alam dan information technology (IT).  Dengan jumlah siswa angkatan pertama sebanyak 27 orang siswa, sekolah ini memulai proses pembelajaran pertama pada tahun ajaran 2014/2015. 

No comments:

Post a Comment